Obat Obatan Yang Aman Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui

ARTIKEL KESEHATAN : Ketika dalam kondisi hamil dan menyusui tidak semua obat dapat dikonsumsi. beberapa obat bahaya untuk bayi yang sedang ada dalam kandungan atau menyusui. obat-obat tersebut termasuk didalamnya obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep, obat herbal, dan supplemen.


Masa kehamilan, terutama di 3 bulan (trimester) pertama, merupakan masa kritis pembentukan organ penting tubuh janin, misal: jantung, otak, tangan dan kaki. Sebagian obat yang diminum wanita hamil dapat diteruskan ke janin melalui plasenta dan mempengaruhi pembentukan organ tersebut. Oleh karena itu, wanita hamil perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi obat di masa kehamilannya. Dan Setelah usia kehamilan melewati 3 bulan pertama hingga mendekati proses persalinan, obat masih beresiko menyebabkan cedera pada janin, memperpanjang masa kehamilan dan bahkan kematian janin. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Karena ketika pembuatan obat, wanita hamil sering tidak termasuk dalam kajian menentukan keamanan obat baru. Penelitian baru dilakukan ketika obat telah dilepas dipasar dan memberikan dampak menyebabkan cacat lahir yang serius. Beberapa hal dapat menjadi faktor terjadinya efek samping yang buruk, seperti :
  1. Dosis obat yang dikonsumsi.
  2. Obat dikonsumsi selama kehamilan.
  3. Kondisi kesehatan yang dimiliki.
  4. Reaksi beberapa obat yang dikonsumsi.
Ibu menyusui juga perlu berhati-hati mengkonsumsi obat karena sebagian obat mungkin akan diteruskan ke bayi yang disusui. Efek yang muncul tergantung obat, antara lain: denyut jantung menjadi lambat, kadar gula darah menjadi rendah dan bayi yang disusui menjadi hipersensitif (mudah mengalami alergi).

Daftar obat yang aman selama masa kehamilan
Beberapa situs/ website menyajikan daftar obat yang aman selama kehamilan dan menyusui. Tetapi beberapa obat didalamnya tidak cukup meyakinkan untuk dikatakan aman. Jangan membuat keputusan tentang obat yang akan dikonsumsi berdasarkan daftar obat di website. Anda dapat menggunakan data yang ada pada website untuk berdiskusi dengan dokter. Berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan obat atau suplemen yang dikonsumsi dapat memastikan bahwa apa yang Anda konsumsi aman dan benar-benar diperlukan.


Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat mengeluarkan daftar penggolongan obat berdasarkan resikonya terhadap kehamilan:
  1. Golongan A
    - Merupakan golongan obat yang paling aman dikonsumsi oleh wanita hamil.
    - Artinya tidak ada resiko terhadap janin manusia.
     
  2. Golongan B
    - Merupakan golongan obat yang cukup aman dikonsumsi oleh wanita hamil.
    - Tidak ada efek yang merugikan terhadap janin binatang percobaan atau resiko terhadap janin manusia.
     
  3. Golongan C
    - Merupakan golongan obat yang memiliki efek yang tidak diharapkan pada janin binatang percobaan.
    - Boleh diminim wanita hamil jika manfaat lebih besar dari resiko.
     
  4. Golongan D
    - Merupakan golongan obat yang tidak aman dikonsumsi oleh wanita hamil.
    - Artinya terdapat resiko terhadap janin manusia,
     
  5. Golongan X
    - Merupakan golongan obat yang sangat tidak aman dikonsumsi oleh wanita hamil.
    - Artinya obat ini menyebabkan cacat pada janin manusia sehingga tidak boleh diminum oleh wanita hamil.
     
Pengobatan yang diperlukan 
Beberapa wanita hamil membutuhkan pengobatan untuk tetap menjaga kesehatan. Misalnya seperti jika seorang wanita memiliki penyakit asma, epilepsi, atau tekanan darah tinggi mengharuskan untuk tetap mendapatkan pengobatan agar dapat tetap sehat. Jika kondisi-kondisi tersebut tidak dilakukan pengobatan atau terapi dengan baik maka dapat membahayakan Ibu dan janin. Sangat penting untuk dilakukan konsultasi dengan dokter ketika seorang wanita hamil membutuhkan pengobatan yang terus menerus. Diperlukan untuk membandingkan antara kemungkinan resiko dan keuntungan untuk pengobatan yang perlu dikonsumsi. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba dapat memberikan dampak yang lebih buruk daripada tetap melanjutkan.

Penggunaan obat-obatan tanpa sengaja
Terkadang seorang wanita mengkonsumsi obat sebelum menyadari bahwa sedang dalam kondisi hamil. Ketika hal ini terjadi, mereka mungkin khawatir tentang efek obat pada janin. Cobalah berkonsultasi dengan dokter ketika menyadari hal ini karena tidak semua obat memberikan dampak buruk pada janin.

Bagaimana dengan Ibu menyusui? Apakah semua obat masuk ke ASI?
Apakah obat yang aman diminum oleh wanita hamil pasti aman bagi ibu menyusui? Jawabannya adalah TIDAK.Pada wanita hamil: dia sendiri yang akan memproses obat agar memberikan efek yang diharapkan. Pada ibu menyusui, bayinya yang tidak membutuhkan obat tersebut harus bekerja membuangnya keluar dari tubuh.Hampir semua obat yang terdistribusi melalui darah akan didistribusikan juga ke dalam ASI sampai pada batas tertentu. Namun sebagian besar obat terdistribusi dalam jumlah yang kecil sehingga tidak menimbulkan resiko untuk sebagian besar bayi.

Haruskah berhenti menyusui ketika mengkonsumsi obat?
Pada umumnya obat aman dikonsumsi saat menyusui. Namun tentu saja ada beberapa obat yang dapat berbahaya jika dikonsumsi saat menyusui. Jika saat ini Anda sedang mengkonsumsi obat yang berbahaya bagi bayi, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat alternatif yang lebih aman bagi bayi. Atau mungkin dokter dapat menyarankan waktu menyusui yang tepat ketika kadar obat berada pada konsentrasi terendah dalam ASI. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, Dokter mungkin akan menyarankan untuk Anda berhenti menyusui secara sementara atau permanen. Jika dokter menyarankan untuk berhenti menyusui sementara maka dapat Anda dapat memompa ASI untuk persediaan selama tidak dapat menyusui. Dan selama periode mengkonsumsi obat maka dapat memompa ASI dan kemudian membuangnya.
Pengkategorian keamanan obat untuk ibu menyusui:
  1. L1 (paling aman)                       : tidak ada efek yang tidak diharapkan pada sejumlah besar bayi.
  2. L2 (lebih aman)                         : tidak ada efek yang tidak diharapkan pada sejumlah kecil bayi.
  3. L3 (aman)                                    : mungkin ada efek yang tidak diharapkan pada bayi.
  4. L4 (berbahaya)                          : ada resiko terhadap bayi atau ada efek terhadap produksi ASI.
  5. L5 (tidak diperbolehkan)       : ada resiko terhadap bayi.
Satu hal yang perlu diingat yaitu selalu berkonsultasi dengan dokter ketika akan mengkonsumsi obat-obatan.
Axact

ARTIKEL KESEHATAN

Pelajari kesehatan diri kita sedini mungkin dengan sering sering baca ARTIKEL KESEHATAN dari blog ini, Inshaa Alloh bermanfaat dan silakan disebarakan semua artikel disini di akun SOSMED atau copas di blog kamu...Jazakumullah..

Post A Comment:

0 comments: