Dr. Suparyanto, M.Kes

UJI STATISTIK

MACAM STATISTIK
  • Jika datanya interval rasio, distribusi data normal dan jumlah data besar (>30) digunakan statistik parametris
  • Jika datanya nominal/ordinal, atau distribusi data tidak normal (bebas), atau jumlah data kecil (<30) digunakan statistik non parametris 
SYARAT UJI STATISTIK PARAMETRIS
  • Skala data interval atau rasio 
  • Data berdistribusi normal 
  • Pada uji t dan uji F untuk dua sample atau lebih, kedua sample harus dari populasi yang mempunyai varians sama Jumlah data besar (>30)

    CONTOH UJI STATISTIK PARAMETRIS
    1. T test
    2. Z test
    3. Anova test (F test)

    CONTOH UJI STATISTIK NON PARAMETRIS
    1. Wilcoxon Signed-Rank
    2. McNemar Change test
    3. Mann-Whitney U test
    4. Chi Square test
    5. Kolmogorov-Smirnov test
    6. Friedman test
    7. Kendall W test
    8. Cochran’s Q

    STATISTIK PARAMETRIS
    • Data: interval atau rasio
    • Uji: t-test 1 sampel
    • Rumus yang digunakan t atau z
    • Rumus z digunakan jika simpangan baku populasi diketahui → karena umumnya tidak diketahui → sering dipakai rumus z
    • Macam uji: uji dua fihak (two tail test) dan uji satu fihak (one tail test)

    RUMUS t
    • t = (x – μo) / (s/√n)
    • t = nilai t yang dihitung = t hitung
    • x = rata-rata x
    • μo = nilai yang dihipotesiskan
    • s = simpangan baku
    • n = jumlah sampel

    UJI DUA FIHAK (TWO TAIL TEST)
    • Uji dua fihak digunakan jika Ho berbunyi: “… sama dengan …” dan Ha berbunyi: “…tidak sama dengan …”
    • Ho: “Lama kala 2 pada primigravida sama dengan 1 jam”
    • Ha: “Lama kala 2 pada primigravida tidak sama dengan 1 jam”
    • Kesimpulan: Ho diterima jika t hitung ≤ t tabel

    UJI SATU FIHAK (ONE TAIL TEST)

    Uji fihak kiri:
    • Ho = “… lebih besar atau sama dengan (≥)…”
    • H1 = “… lebih kecil (<)…” Contoh: Ho = “Daya tahan bidan berdiri lebih besar dan sama dengan 2 jam” H1 = “Daya tahan bidan berdiri lebih kecil dari 2 jam” Kesimpulan: Ho diterima jika t hitung ≤ t tabel Uji fihak kanan: Ho = “… lebih kecil atau sama dengan (≤)…” H1 = “… lebih besar (>)…”
    Contoh:
    • Ho = “Pasien Poli KIA dalam sehari lebih kecil dan sama dengan 20 orang”
    • H1 = “Pasien Poli KIA dalam sehari lebih besar 20 orang”
    • Kesimpulan: Ho diterima jika t hitung ≥ t tabel

    STATISTIK NON PARAMETRIS
    1. Data: nominal atau ordinal
    2. Uji data nominal: (1) Test Binomial, (2) Chi Kuadrat (χ2)
    3. Uji data ordinal: Run Test

    TEST BINOMIAL
    • Syarat: (1) Populasi terdiri 2 klas (misal: pria dan wanita), (2) Data Nominal, (3) Jumlah sampel kecil (<25) Distribusi data Binomial (terdiri 2 kelas): kelas dengan kategori (x) dan kelas dengan ketegori (N-x) Ketentuan: Bila harga P >α , Ho diterima (P = proporsi kasus (lihat tabel), α = taraf kesalahan ( 1% = 0,01))

    • Contoh: penelitian tentang kecenderungan Bumil memilih tempat bersalin di Polindes atau di Puskesmas. Jumlah sampel 24 Bumil, 14 Bumil memilih di Polindes, 10 Bumil memilih di Puskesmas
    • Ho = peluang Bumil memilih tempat bersalin di Polindes atau Puskesmas adalah sama, yaitu 50%
    • Ho = p1 = p2 = 0,5

    • Sampel (n) = 24
    • Frekuensi kelas terkecil (x) = 10
    • Tabel (n=24, x=10) → koefisien binomial (p) = 0,271
    • Bila taraf kesalahan (α) ditetapkan 1% = 0,01
    • p = 0,271 > 0,01 → Ho diterima
    • Kesimpulan: kemungkinan Bumil memilih tempat bersalin di Polindes atau di Puskesmas adalah sama yaitu 50 %

    CHI KUADRAT (χ2)
    • Syarat: (1) Populasi terdiri dari 2 atau lebih kelas, (2) Data Nominal, (3) Sampelnya besar
    • Ho = “Peluang memilih x atau y adalah sama besar yaitu 50%”
    • Ketentuan: Ho diterima jika χ2 hitung < χ2 tabel (dengan dk dan taraf kesalahan tertentu)
    • dk = kebebasan untuk menentukan frekuensi yang diharapkan, jika peluangnya 2 (x atau y) maka dk =1

    • Penelitian peluang Bumil memilih periksa ANC di Bidan P2B dan Bidan D3. Jumlah sampel 300 Bumil, memilih Bidan P2B 200 orang, memilih Bidan D3 100 orang
    • Ho = “Peluang Bumil memilih periksa ANC di Bidan P2B dan Bidan D3 adalah sama (50%)”
    • Jika dk = 1, α = 5% → χ2 tabel = 3,841, dan χ2 hitung = 33,33
    • Kesimpulan: Ho ditolak

    • Penelitian tentang warna sepatu dipilih Bidan. Jumlah sampel 3000 Bidan, 1000 warna hitam, 900 warna putih, 600 coklat, 500 warna lain
    • Ho =“Peluang Bidan memilih empat warna sepatu adalah sama”
    • Jika dk = 3, α = 5% → χ2 tabel = 7,815, dan χ2 hitung = 226,67
    • Kesimpulan: Ho ditolak

    RUN TEST
    • Untuk mengukur urutan suatu kejadian random atau tidak (pada data ordinal)
    • Caranya dengan memperhatikan jumlah “run”
    • Run adalah kejadian yang berurutan
    • Contoh: @@@ ## @ ### @@ # @@ = 7 run
    • Ho = “Urutan dalam memilih … adalah random”
    • Ketentuan: Ho diterima jika r observasi berada diantara r kecil (tabel) dan r besar (tabel)

    UJI HIPOTESIS DESKRIPTIF


    UJI HIPOTESIS ASOSIASI


    UJI HIPOTESIS KOMPARASI





    Axact

    ARTIKEL KESEHATAN

    Bismillah...Blog ini merangkum beberapa artikel kesehatan yang ada di dunia maya sehingga menjadi sebuah blog kesehatan terpercaya. Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber artikel kesehatan, semoga artikel yang telah di baca banyak orang membawa manfaat dan penulis artikel pertama mendapatkan pahala dari Alloh.

    Post A Comment:

    0 comments: