
Di Indonesia diperkirakan dalam setiap tahunnya ada 500.000 penduduk yang terkena serangan stroke. Sekitar 2,5 % meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat. Angka ini diperkirakan akan semakin meningkat di kemudian hari, oleh karena perubahan gaya hidup, lingkungan yang semakin tidak sehat, jenis makanan yang semakin beragam dan semakin berlemak. Bisa dibayangkan berapa beban yang harus ditanggung oleh setiap keluarga.
Angka kejadian stroke pada laki-laki dan perempuan hampir sama. Hanya ada sedikit perbedaan faktor risiko pada perempuan dan laki-laki. Pada perempuan, selain faktor risiko stroke yang biasa (seperti hipertensi, kolesterol, obesitas) juga ada faktor risiko lainnya yaitu kehamilan konsumsi pil KB. Wanita yang sedang hamil lebiih berisiko stroke dikarenakan kemungkinan tekanan darah yang meningkat.
Mungkin penyebab yang paling jelas terlihat pada zaman sekarang adalah tingginya tingkat stres serta perubahan pola hidup orang zaman sekarang dibandingkan zaman dahulu. Seperti kita ketahui, beberapa faktor risiko stroke adalah tingkat kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas dan diabetes. Pola hidup yang semakin tidak sehat sekrang ini, seperti jarang berolahraga, sering makan junk food atau stres karena pekerjaan, akan meningkatkan faktor risiko terkena stroke tersebut.
Untuk mencegah stroke harus dimulai memerangi faktor-faktor risiko dari stroke itu sendiri (seperti hipertensi, obesitas dan kencing manis). Dengan memerangi faktor-faktor risiko tersebut, stroke dapat diperkirakan dan dicegah hingga 85%. Pada kenyataannya, sekitar 1/3 pasien stroke sekarang dapat pulih sempurna dan proporsi ini dapat meningkat jika pasien selalu mendapat terapi darurata dan rehabilitasi yang memadai dari para profesional.
Stroke dapat disebabkan oleh faktor keturunan karena faktor-faktor risiko terjadinya stroke seperti hipertensi dan kencing manis umumnya menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam beberapa penelitian memang ditemukan kaitan keturunan dengan angka kejadian stroke.
Gejala dan tanda awal stroke sangat beragam, mulai dari kesemutan, kelumpuhan anggota gerak sampai bicara pelo. Sakit kepala pun terkadang dapat menyebabkan gejala-gejala yang menyerupai gejala stroke tersebut. Nyeri kepala dadakan tersebut bisa juga hanya sakit kepala biasa. Untuk memastikan ada tidaknya gejala stroke dapat berkonsultasi dengan dokter.
Dhyfa.com
Jangan Lupa di klik dan di baca
artikel yang bermanfaat di sini : Kaos
Makalula , Kaos Dakwah, Kaos Muslim, Kaos Islami, Kaos Nasehat, Kaos Karakter, Kaos Distro, Kaos Palestina, Kaos Motivasi , Google
Post A Comment:
0 comments: