Pernahkah Anda mendengar penyakit Tay-Sachs? Ini adalah penyakit langka yang diturunkan dari orangtua ke anak. Meski langka, Anda perlu memahami dan mewaspadai penyakit ini.
Memahaminya dapat membantu calon orangtua untuk
membuat keputusan yang tepat mengenai keinginannya memiliki anak.
Apa
itu penyakit Tay-Sachs?
Tay-Sachs
adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan masalah pada sistem saraf.
Kelainan genetik ini terjadi karena tidak adanya enzim
yang membantu memecah zat lemak.
Akibatnya,
zat lemak menumpuk di otak dan sumsum tulang belakang
sehingga menyebabkan kerusakan di organ tubuh tersebut.
Kelainan genetik ini umumnya dialami oleh bayi. Namun,
anak yang lebih besar dan orang dewasa juga bisa mengalaminya.
Penyakit
saraf pada anak ini pun bersifat
degeneratif. Artinya, penyakit ini terus berkembang dan memburuk seiring waktu.
Bahkan,
pada bayi dan anak-anak, penyakit ini bisa berakibat fatal. Bayi yang mengalami
Tay-Sachs biasanya hanya bertahan hidup hingga sekitar usia 4
tahun.
Sementara
anak-anak yang mengalami penyakit ini umumnya dapat bertahan hidup hingga usia remaja.
Pada orang dewasa, penyakit ini cenderung tidak
separah saat masa kanak-kanak.
Gejala
penyakit Tay-Sachs berdasarkan jenisnya

Ada tiga jenis Tay-Sachs yang bisa terjadi. Setiap
jenis memiliki tanda-tanda atau gejala yang berbeda.
Berikut adalah tiga jenis penyakit Tay-Sachs dengan
masing-masing gejalanya.
1. Tay-Sachs
infantil atau pada bayi
Gejala Tay-Sachs pada bayi biasanya muncul mulai usia
3-6 bulan.
Berikut adalah beberapa gejala yang biasanya timbul.
·
Otot melemah
sehingga mengalami masalah gerakan yang berkembang menjadi kelumpuhan.
·
Keterampilan motorik bayi menghilang, termasuk bayi tengkurap atau
membalikkan badan, merangkak, dan duduk.
·
Respons kaget
yang berlebihan saat bayi mendengar suara keras.
·
Bintik-bintik
merah ceri di mata.
·
Bayi kejang.
·
Kehilangan
penglihatan dan kebutaan.
·
Gangguan
pendengaran dan tuli.
·
Kesulitan menelan
(disfagia).
·
Cacat
intelektual.
·
Ukuran kepala
membesar (makrosefali).
2.
Tay-Sachs juvenil atau pada remaja
Pada
jenis ini, gejala sering kali muncul antara anak usia 5 tahun dan
akhir masa remaja.
Pada anak-anak dan remaja, penyakit ini lebih jarang
terjadi.
Adapun gejala yang muncul biasanya sebagai berikut.
·
Kelemahan otot
dan kehilangan koordinasi otot (ataksia).
·
Masalah perilaku pada anak.
·
Kehilangan
keterampilan dan kontrol gerakan secara bertahap.
·
Infeksi saluran pernapasan pada
anak yang berulang.
·
Kehilangan
penglihatan.
·
Perkembangan bicara anak yang melambat.
·
Penurunan fungsi
mental dan daya tanggap.
·
Kejang pada anak.
3. Tay-Sachs late-onset atau pada orang dewasa
Ini adalah jenis yang paling jarang dan cenderung
tidak begitu parah.
Sementara gejalanya bisa dimulai pada akhir masa
kanak-kanak serta berlanjut dan berkembang hingga dewasa.
Berikut adalah beberapa gejala yang dimaksud.
·
Kelemahan otot
dan kehilangan koordinasi otot.
·
Tremor dan kejang otot.
·
Kehilangan
kemampuan berjalan.
·
Masalah bicara
dan menelan.
·
Gangguan mental
atau kehilangan fungsi mentalnya.
Segera konsultasikan kepada dokter jika gejala-gejala
di atas terjadi pada anak Anda atau ada perubahan tertentu pada anak yang
mengkhawatirkan.
Apa
penyebab penyakit Tay-Sachs?

Tay-Sachs terjadi karena adanya perubahan atau mutasi
gen yang anak dapatkan dari orangtuanya. Gen tersebut disebut dengan HEXA.
Pada kondisi normal, gen HEXA memberikan instruksi
kepada tubuh untuk membuat satu bagian dari enzim yang disebut dengan
beta-hexosaminidase A.
Enzim ini diperlukan tubuh untuk memecah zat lemak GM2
ganglioside.
Mutasi gen pada penderita Tay-Sachs memengaruhi
kemampuan enzim beta-hexosaminidase A dalam memecah zat lemak.
Akibatnya, zat lemak GM2 ganglioside menumpuk di otak
dan sumsum tulang belakang serta menyebabkan kematian neuron (sel saraf) di
bagian tubuh tersebut.
Gangguan dan sel saraf yang mati ini kemudian
menimbulkan berbagai gejala yang terkait dengan penyakit Tay-Sachs.
Adapun Cleveland Clinic menyebut, penyakit Tay-Sachs umumnya
terjadi bila anak mendapat dua gen HEXA yang bermutasi dari kedua orangtuanya.
Satu salinan gen HEXA dari ayah serta satu salinan
dari ibu.
Ini membuat gen HEXA pada anak tidak dapat berfungsi
dengan baik seutuhnya hingga masalah di atas terjadi.
Bagaimana
dokter mendiagnosis penyakit ini?
Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan
menanyakan gejala dan riwayat penyakit dalam keluarga serta melakukan
pemeriksaan fisik.
Beberapa tes medis pun mungkin akan dokter lakukan
untuk memastikan diagnosis Tay-Sachs.
Berikut adalah beberapa tes yang mungkin akan dokter
lakukan.
·
Tes darah, untuk memeriksa kadar enzim hexosaminidase A dalam
darah.
·
Tes genetik,
untuk memeriksa apakah ada perubahan pada gen HEXA.
·
Pemeriksaan mata,
untuk mengetahui apakah ada cherry-red
spot di mata.
Bisakah
penyakit Tay-Sachs disembuhkan?

Sayangnya, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan
penyakit Tay-Sachs.
Hingga saat ini pun belum ada pengobatan yang terbukti
dapat memperlambat perkembangan penyakit ini.
Meski begitu, anak Anda tetap perlu mendapatkan
pengobatan untuk dapat mengendalikan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi.
Hal ini tentu membantu anak untuk mendapatkan
kehidupan yang lebih nyaman. Lantas, apa saja pengobatan untuk penyakit
Tay-Sachs?
Berikut cara mengobati Tay-Sachs yang umum dokter
berikan.
·
Obat-obatan,
seperti obat antikejang untuk mengatasi kejang atau antibiotik bila terjadi penyakit infeksi pada anak.
·
Pengobatan untuk
mengatasi masalah makan atau nutrisi pada anak,
misalnya memasukkan selang makanan melalui hidung atau ke perut dengan proses
bedah.
·
Perawatan untuk
mengatasi masalah pernapasan dan penumpukan lendir di paru-paru, misalnya
fisioterapi dada, olahraga, atau obat-obatan.
·
Fisioterapi atau
terapi fisik untuk mempertahankan kemampuan gerak.
·
Terapi okupasi
untuk membantu anak menjalankan aktivitas sehari-hari.
·
Terapi wicara dan
bahasa untuk membantu mengatasi masalah menelan.
Pengobatan yang dokter berikan bisa berbeda pada
setiap anak.
Konsultasikan kepada dokter mengenai jenis pengobatan
terbaik untuk anak Anda.
Bisakah
penyakit Tay-Sachs dicegah?
Tidak ada cara
yang dapat mencegah penyakit Tay-Sachs pada anak Anda.
Namun, yang perlu
Anda pahami, penyakit ini terjadi karena ada mutasi genetik yang diturunkan
dari orangtua.
Oleh karena itu, bila Anda memiliki
riwayat keluarga dengan penyakit Tay-Sachs, Anda dapat melakukan tes genetik
sebelum merencanakan kehamilan.
Hal ini dilakukan
untuk mengetahui apakah Anda dan suami memiliki gen yang terkait dengan
Tay-Sachs.
Adapun hal
tersebut dapat membantu Anda dan suami untuk merencanakan kehamilan pada masa
depan.


Post A Comment:
0 comments: