Cedera ligamen lutut anterior atau cedera ACL (anterior cruciate ligament) adalah kerusakan atau robekan pada ligamen lutut anterior. Ligamen lutut anterior merupakan ligamen yang menghubungkan tulang paha bagian bawah dengan tulang kering untuk menjaga kestabilan lutut.
Jika dibandingkan dengan
cedera lutut lain, cedera ligamen lutut anterior adalah cedera lutut yang
paling sering terjadi. Ligamen lutut anterior bisa robek ketika kaki melakukan
perubahan gerakan secara tiba-tiba, misalnya berhenti tiba-tiba, atau ketika
lutut dan kaki terbentur oleh benda keras secara tiba-tiba.
Gejala Cedera Ligamen Lutut Anterior
Penderita cedera ligamen
lutut anterior biasanya akan mendengar suara seperti “pop” saat ligamen robek.
Selain itu, ada beberapa gejala umum yang dirasakan saat mengalami cedera
ligamen lutut anterior, antara lain:
- Nyeri parah pada lutut
- Lutut sulit digerakkan dan
diregangkan
- Lutut terasa tidak stabil
- Kesulitan berjalan
- Lutut membengkak dengan cepat
dalam 24 jam
Gejala yang muncul juga
dipengaruhi oleh tingkat keparahan cedera. Berikut adalah pembagian cedera
ligamen lutut anterior berdasarkan tingkat kerusakan ligamen anterior yang
terjadi:
- Tingkat 1
Ligamen lutut anterior mengalami kerusakan ringan. Pada tingkat ini, cedera ACL umumnya tidak mempengaruhi kemampuan lutut untuk menahan berat badan. - Tingkat 2
Ligamen lutut anterior tertarik dan robek sebagian. Pada tingkat ini sendi lutut mulai tidak stabil. Penderita cedera ACL tingkat 2 akan membutuhkan waktu untuk menstabilkan lutut sejenak sebelum berjalan atau berdiri. - Tingkat 3
Ligamen lutut anterior mengalami kerusakan berat dan robek seluruhnya. Penderita cedera ACL tingkat 3 akan merasakan lutut yang benar-benar tidak stabil. - Avulsi
Ligamen lutut anterior tertarik dan terlepas dari salah satu tulang yang mengapitnya, baik tulang paha maupun tulang kering.
Kapan harus ke
dokter
Periksakan
diri ke dokter atau dokter ortopedi ahli pinggul dan lutut bila muncul gejala seperti yang sudah
disebutkan di atas. Penting untuk mengetahui tingkat keparahan yang terjadi dan
mendapatkan penanganan secepatnya.
Segera periksakan ke dokter
bila kaki terasa dingin dan tampak kebiruan setelah cedera lutut. Hal itu bisa
menunjukkan bahwa sendi lutut mengalami dislokasi atau cedera di pembuluh darah
kaki. Hal tersebut merupakan keadaan darurat yang perlu mendapatkan penanganan
segera.
Penyebab Cedera
Ligamen Lutut Anterior
Ligamen lutut anterior
adalah ligamen yang bersilangan di tengah lutut. Ligamen lutut anterior
berfungsi untuk menghubungkan tulang paha bagian bawah dengan tulang kering.
Ligamen ini akan menjaga stabilitas lutut.
Cedera ligamen lutut
anterior sering terjadi saat seseorang melakukan gerakan olahraga yang
menimbulkan tekanan pada lutut. Gerakan-gerakan yang berisiko menimbulkan ACL
antara lain:
- Bergerak dengan cepat lalu
berhenti tiba-tiba
- Mengubah arah gerakan kaki dan
lutut secara mendadak
- Mengubah posisi dari diam ke
posisi melompat atau berputar secara mendadak
- Merenggangkan lutut yang terlalu
berlebihan
- Melakukan lompatan dan mendarat
dengan posisi kaki yang tidak pas
- Mendapatkan tabrakan atau
benturan di area lutut, misalnya mendapatkan tackle saat
bermain sepak bola
Faktor risiko cedera
ligamen lutut anterior
Ada beberapa hal yang
meningkatkan risiko seseorang menderita cedera ligamen lutut anterior, antara
lain:
- Berjenis kelamin perempuan
- Berkurangnya massa otot akibat
penuaan atau kurang latihan dan olahraga
- Berolahraga atau bermain di
permukaan yang licin, misalnya di rumput sintetis
- Bermain sepak bola, rugby,
basket, senam gimnastik, atau ski
- Memiliki ukuran otot kaki yang
tidak seimbang
- Mengenakan alas kaki atau sepatu
yang tidak pas
Diagnosis Cedera
Ligamen Lutut Anterior
Cedera ligamen lutut
anterior bisa ditangani oleh dokter spesialis kedokteran olahraga. Dokter
akan menanyakan gejala dan keluhan yang dialami pasien, termasuk riwayat
gerakan, olahraga, dan aktivitas sebelumnya.
Kemudian dokter akan
melakukan pemeriksaan fisik di area tungkai dan lutut. Beberapa pemeriksaan
yang akan dilakukan, meliputi melihat dan membandingkan lutut yang normal dan
bermasalah, serta menilai ROM (range
of motion) atau kemampuan rentang gerak yang mampu dilakukan oleh
pasien.
Untuk memastikan diagnosis,
dokter akan dilakukan pemeriksaan penunjang berikut:
- Foto Rontgen, untuk memeriksa
adanya retak atau patah tulang pada area lutut
- MRI, untuk melihat tulang dan
jaringan lunak yang bermasalah
- Arthroscopy, untuk memeriksa sendi dan
kerusakan yang terjadi dengan alat khusus yang memiliki lensa
Pengobatan Cedera
Ligamen Lutut Anterior
Pengobatan cedera ligamen
lutut anterior disesuaikan dengan gejala yang dialami dan tingkat keparahan
cedera. Pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:
Pertolongan pertama
Bila cedera yang dialami
ringan, Anda dapat melakukan pertolongan pertama berikut. Tujuannya adalah
mengurangi rasa sakit dan bengkak pada area yang dicurigai mengalami cedera
ACL. Langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah:
- Beristirahat sejenak untuk
mengurangi beban pada lutut
- Mengompres lutut dengan es selama
20 menit untuk meredakan bengkak
- Membebat lutut dengan perban
elastis untuk menekan lutut
- Berbaring dan menyangga lutut di
atas bantal untuk mengurangi pembengkakan
Obat-obatan
Dokter dapat memberikan
obat-obatan untuk mengurangi peradangan dan nyeri yang dirasakan, seperti ibuprofen,
ketorolac, atau paracetamol. Jika diperlukan, dokter dapat menyuntikkan obat
kortikosteroid ke lutut pasien untuk mengurangi peradangan.
Penyangga lutut dan
tongkat penopang
Penderita cedera ligamen
lutut anterior akan diberikan penyangga lutut untuk memberikan perlindungan
ekstra pada lutut. Selain itu, penderita juga akan disarankan untuk menggunakan
tongkat penopang guna mengurangi tekanan pada lutut.
Fisioterapi
Terapi fisik (fisioterapi)
dilakukan untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsi pergerakan lutut.
Fisioterapi perlu dilakukan beberapa kali dalam seminggu untuk menguatkan otot
di sekitar lutut, sekaligus mengembalikan kemampuan gerak lutut.
Fisioterapi juga bisa
dilakukan untuk menguatkan otot-otot paha depan dan otot-otot paha belakang
sebelum menjalani operasi lutut.
Operasi
Operasi akan dilakukan jika
penderita cedera ACL mengalami beberapa kondisi berikut:
- Ligamen lutut anterior mengalami
robekan parah atau avulsi
- Ada lebih dari 1 ligamen yang
robek
- Bantalan lutut (meniskus) ikut
rusak
- Lutut tidak dapat menahan berat
tubuh saat berjalan
- Cedera terjadi pada atlet yang
aktif
Operasi biasanya baru
dilakukan setelah tidak ada perbaikan fungsi lutut dalam rentang waktu 5 bulan.
Lamanya waktu tunggu ini juga dilakukan untuk menurunkan risiko terbentuknya
jaringan parut di sekitar lutut (arthrofibrosis)
setelah operasi.
Prosedur operasi ini
dilakukan oleh dokter bedah dengan mengangkat ligamen lutut yang rusak dan
menggantinya dengan ligamen otot (graft)
yang baru. Graft bisa diambil dari lutut (hamstring)
atau tendon tempurung lutut (patellar
tendon), baik dari otot pasien sendiri maupun dari donor. Setelah
operasi, pasien perlu menjalani rehabilitasi.
Lamanya waktu rehabilitasi
yang diperlukan untuk mengembalikan fungsi otot setelah operasi dapat
bervariasi. Namun, secara umum, pasien yang sudah dioperasi dan menjalani
rehabilitasi dapat kembali berolahraga secara normal dalam waktu 1 tahun.
Komplikasi Cedera
Ligamen Lutut Anterior
Penderita cedera ligamen
lutut anterior berisiko mengalami osteoarthritis pada lutut, bahkan
ketika sudah menjalani operasi rekonstruksi ligamen. Operasi yang dilakukan
untuk mengobati cedera ligamen otot anterior juga berisiko menimbulkan
komplikasi berikut:
- Nyeri di sekitar tempurung lutut
- Infeksi pada graft yang digunakan
untuk mengganti ligamen yang rusak
- Rusaknya graft yang digunakan
untuk mengganti ligamen yang rusak
- Lutut kaku akibat kurang aktif
bergerak setelah operasi
Pencegahan Cedera
Ligamen Lutut Anterior
Cedera ligamen lutut
anterior sulit dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
mengurangi risiko terjadinya cedera ligamen lutut, yaitu:
- Lakukan olahraga untuk menguatkan
otot kaki dan otot lutut secara rutin guna menjaga keseimbangan kekuatan
otot kaki.
- Lakukan olahraga untuk memperkuat
bagian pinggul, panggul, dan perut bagian bawah, secara rutin.
- Lakukan latihan untuk menentukan
posisi kaki saat mendarat setelah melompat.
- Gunakan alas kaki dan bila perlu
pelindung (padding)
yang pas saat berolahraga.
- Selalu lakukan pemanasan
sebelum berolahraga.
- Lakukan perubahan intensitas
olahraga secara perlahan dan bertahap, jangan tiba-tiba mengubah olahraga
menjadi lebih intens.


Post A Comment:
0 comments: