Nyeri tumit atau
tumit sakit sering disebabkan oleh plantar
fasciitis. Plantar
fasciitis adalah peradangan pada jaringan
penghubung antar tulang (ligamen) di telapak kaki, tepatnya di antara tumit dan
lengkungan kaki.
Rasa sakit pada tumit
bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan sampai bisa mengganggu pergerakan.
Waktu kemunculan rasa sakit ini juga berbeda-beda. Tumit dapat terasa sakit
saat bangun tidur, saat berjalan, atau saat hamil.
Sejatinya kaki bisa
menopang berat tubuh. Namun tekanan pada kaki yang melebihi batas atau
menimbulkan gangguan pada jaringan sensitif di kaki, terutama tumit dan
pergelangan kaki, dapat menimbulkan rasa sakit.
Tumit sakit biasanya akan
pulih dengan sendirinya setelah kaki diistirahatkan. Namun, banyak orang
mengabaikan gejala awal nyeri tumit, sampai rasa nyeri itu bertambah parah dan
memicu masalah lain pada kaki.
Penyebab Nyeri
Tumit
Tumit sakit umumnya terjadi
karena gerakan kaki, baik gerakan sehari-hari maupun saat berolahraga; atau
karena memakai sepatu yang terlalu sempit, sehingga jaringan di sekitar tumit
cedera.
Beberapa kondisi kerusakan
jaringan sekitar tumit yang dapat membuat tumit sakit adalah:
1. Plantar fasciitis
Kondisi ini umumnya terjadi
karena terlalu sering berlari atau melompat, sehingga membuat peradangan pada
jaringan penghubung antar tulang (ligamen) di telapak kaki.
2.
Memar pada lemak tumit
Kondisi ini dapat terjadi
saat kaki menginjak benda keras, misalnya batu. Akibatnya, bantalan lemak di
bagian bawah tumit menjadi memar.
3.
Pengapuran tumit
Plantar fasciitis yang terjadi berulang dan
berkepanjangan dapat membentuk pengapuran pada ligamen tersebut. Kondisi ini
disebut dengan istilah taji tumit.
4. Achillles tendinitis
Achilles tendinitis adalah peradangan tendon Achilles, yaitu urat besar
di belakang pergelangan kaki yang menghubungkan tulang tumit dan otot betis.
Kondisi ini sering terjadi akibat olahraga.
5.
Bursitis
Bursitis adalah
peradangan pada kantong sendi di sekitar tumit.
6.
Pembentukan osteofit
Osteofit adalah
pertumbuhan tulang baru yang dapat menonjol dan menekan jaringan tumit sehingga
menyebabkan nyeri tumit.
Gejala Nyeri Tumit
Nyeri tumit merupakan rasa
sakit yang dirasakan di telapak kaki. Rasa sakit terutama dirasakan di antara
lengkungan kaki dan tumit. Tumit yang sakit dapat bertambah parah saat berjalan
atau saat mengangkat kaki. Selain di tumit, rasa sakit juga bisa muncul di
pergelangan kaki atau betis saat berjinjit.
Rasa sakit pada tumit juga
bisa dirasakan berbeda-beda tergantung penyebabnya. Misalnya tumit sakit akibat plantar fasciitis akan
terasa sakit seperti ditusuk dan berdenyut. Biasanya rasa sakit ini muncul saat
pertama kali melangkah setelah bangun tidur di pagi hari, atau ketika berdiri
setelah duduk lama. Tumit sakit seperti terbakar atau terasa kencang juga bisa
terjadi akibat achilles tendinitis.
Selain rasa sakit, nyeri
tumit juga dapat disertai dengan:
- Pembengkakan tumit
- Tumit terasa kaku
- Kaki tampak memerah
- Bunyi gemertak saat berjalan
- Sulit berjalan
Kapan harus ke
dokter
Penderita tumit sakit bisa
mengatasi rasa nyeri dengan melakukan perawatan di rumah. Perawatan tersebut
dapat dilakukan dengan mengistirahatkan kaki atau mengonsumsi obat pereda
nyeri, seperti paracetamol.
Namun, penanganan oleh dokter diperlukan
jika:
- Nyeri tumit terus bertambah parah
- Nyeri tumit tiba-tiba bertambah
parah
- Nyeri tumit tidak reda setelah
ditangani selama 2 hingga 3 minggu
- Tumit menjadi merah atau bengkak
- Sulit berjalan karena rasa nyeri
pada tumit
Diagnosis Nyeri
Tumit
Awalnya, dokter akan
menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi kaki
atau tumit. Pasien akan diminta untuk berjalan atau berdiri agar dokter dapat
mengetahui lokasi dan penyebab nyeri. Selain itu, dokter juga akan memeriksa
kondisi kaki pasien saat memakai sepatu.
Untuk memastikan diagnosis,
dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini umumnya
dilakukan dengan pemindaian, misalnya dengan foto Rontgen atau MRI.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi tumit pasien, sehingga
dokter bisa menentukan penanganan yang tepat.
Pengobatan Nyeri
Tumit
Saat tumit terasa sakit,
Anda bisa melakukan perawatan mandiri di rumah. Beberapa perawatan yang dapat
dilakukan adalah:
- Istirahatkan kaki dan angkat
tumit ke posisi yang lebih tinggi dari dada ketika berbaring.
- Kompres dingin tumit selama 10-15
menit sebanyak dua kali sehari.
- Kenakan sepatu yang tidak sempit,
nyaman, dan memiliki hak yang rendah. Agar lebih nyaman, gunakan bantalan
tumit dalam sepatu.
- Jangan berjalan atau berdiri
terlalu lama. Istirahatkan kaki Anda setelah berjalan atau berdiri terlalu
lama.
- Balut area sekitar tumit dan
pergelangan kaki dengan perban, untuk menyangga tumit atau pergelangan
kaki yang terasa sakit.
- Lakukan latihan peregangan secara
perlahan dan teratur.
Jika nyeri tidak juga
mereda dengan perawatan di rumah, dokter dapat menyarankan beberapa metode
pengobatan berikut ini:
Fisioterapi
Fisioterapi bertujuan
memperkuat otot dan jaringan lain pada kaki, seperti ligamen dan tendon, serta
mencegah cedera kaki.
Obat-obatan
Jika nyeri tumit tidak
tertahankan, dokter dapat memberikan obat antinyeri dan antiradang, baik yang
diminum atau disuntikkan ke kaki. Obat ini bertujuan untuk meredakan
tanda-tanda peradangan, termasuk nyeri dan bengkak.
Operasi
Meski jarang sekali
terjadi, dokter dapat melakukan operasi untuk menangani gangguan pada
tumit. Namun perlu diingat, operasi tumit ini membutuhkan waktu pemulihan yang
lama dan tidak selalu bisa menghilangkan rasa sakit pada tumit.
Komplikasi Nyeri
Tumit
Tumit sakit dapat
mengganggu atau menghalangi gerakan saat melangkah, berjalan, atau melakukan
kegiatan sehari-hari. Kondisi ini dapat mengubah cara penderitanya berjalan,
sehingga penderita bisa kehilangan keseimbangan, mudah terjatuh, dan rentan
mengalami cedera.
Pencegahan Nyeri
Tumit
Beberapa langkah berikut
ini dapat dilakukan untuk mencegah cedera yang dapat menyebabkan nyeri tumit:
- Mengenakan sepatu dengan ukuran
yang pas
- Mengenakan sepatu yang sesuai
dengan jenis olahraga atau aktivitas yang dilakukan
- Melakukan peregangan otot
terlebih dahulu sebelum berolahraga
- Menerapkan pola makan yang sehat
dan mempertahankan berat badan yang ideal
- Beristirahat saat merasa lelah
atau saat otot terasa nyeri


Post A Comment:
0 comments: