Pernahkah Anda merasa leher terasa sakit dan kaku? Kondisi ini bahkan bisa muncul pada malam hari atau di pagi hari saat Anda baru bangun tidur. Lalu, kira-kira apa penyebab dari leher yang terasa sakit dan kaku, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap mengenai sakit leher yang menyebabkan leher menjadi kaku, berikut ini.
Apa yang terjadi saat sakit leher
atau leher kaku?
Leher adalah struktur dari sistem gerak tubuh yang sangat fleksibel dan bertugas untuk
menyokong berat atau beban dari kepala Anda. Oleh sebab itu, leher pun sangat
rentan mengalami cedera atau masalah kesehatan yang menyebabkan rasa sakit atau
kaku dan pegal.
Sakit leher
merupakan sebuah keluhan yang cukup umum dan banyak dialami. Kondisi ini
ditandai dengan rasa tidak nyaman yang dirasakan di bagian leher atau di
sekitarnya. Biasanya, leher Anda akan terasa kaku saat mengalami sakit leher,
hingga Anda kesulitan untuk menengok atau menoleh.
Kondisi sakit
leher mengindikasikan adanya masalah pada struktur leher. Hal ini bisa
menyerang otot, urat, ligamen, dan tulang yang terdapat di area leher. Meski
begitu, leher kaku merupakan kondisi yang cenderung tidak berbahaya dan tidak
menimbulkan komplikasi.
Sakit leher bisa
menandakan bahwa leher mungkin telah digunakan secara berlebihan. Rasa sakit
pada leher ini sebenarnya bisa sembuh atau membaik dengan sendirinya dalam
kurun waktu 1-2 minggu, tapi mungkin benar-benar hilang dan tidak kumat lagi
setelah melalui 8-12 minggu.
Namun, tak menutup
kemungkinan sakit leher yang menyebabkan leher menjadi kaku merupakan gejala
dari kondisi yang serius. Ada beberapa penyakit serius yang kerap kali
dikaitkan dengan kondisi yang satu ini.
Maka
itu, segera periksakan diri ke dokter jika sakit leher yang Anda rasakan tidak
kunjung membaik atau justru menjadi semakin parah.
Tanda dan gejala dari sakit leher
Tanda dan gejala
dari sakit leher yang muncul tergantung pada tingkat keparahannya. Artinya,
gejala yang muncul mungkin bervariasi dan berbeda-beda pada tiap individu.
Berikut adalah gejala umum dari sakit leher yang mungkin pernah Anda alami:
·
Rasa
sakit yang memburuk dan terasa di area kepala dan leher dan bertahan untuk
waktu yang lama.
·
Rasa
sakit mencapai bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan, dan ruas-ruas jari.
·
Kejang
otot atau
otot yang menegang.
·
Kesulitan
menggerakkan kepala.
·
Kepala
terasa sakit.
·
Gangguan
tidur.
·
Leher
terasa lemah, kaku, dan terkadang mati rasa.
Ada tanda-tanda
dan gejala yang mungkin tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki
kekhawatiran terhadap suatu gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Berbagai kemungkinan penyebab sakit
leher
Berikut adalah
beberapa kemungkinan penyebab dari leher kaku dan pegal:
1. Cedera ringan pada leher
Salah satu
penyebab dari leher terasa sakit dan kaku adalah kejang otot. Biasanya, kejang
otot pada leher terjadi karena adanya ceder ringan yang dipicu oleh beberapa
hal, mulai dari postur tubuh yang buruk hingga aktivitas fisik yang terlampau
berat.
Postur tubuh yang
kurang baik umumnya dilakukan oleh hampir semur aorang ketika melakukan
kegiatan-kegiatan di bawah ini:
·
Melakukan
gerakan memiringkan kepala terlalu lama.
·
Tidur
dengan posisi kepala atau leher yang salah.
·
Bekerja
di depan komputer dengan posisi membungkuk.
·
Terlalu
lama menonton TV atau membaca buku.
·
Berkebun.
·
Melihat
ponsel dengan posisi menunduk terlalu lama.
Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan
otot pada leher mengalami ketegangan, bahkan berpotensi terkilir atau keseleo. Selain pada orang dewasa, gangguan
muskuloskeletal yang menyerang sistem otot dan sistem rangka di area leher ini juga bisa dialami oleh
anak-anak.
2.
Cedera whiplash
Cedera whiplash adalah
kondisi ketika kepala dan leher Anda tersentak secara tiba-tiba ke depan dan
belakang. Whiplash merupakan
istilah lain yang digunakan untuk keseleo leher. Kondisi ini dapat menyebabkan
jaringan lunak pada leher dan tulang belakang tertarik dan mengalami kerusakan.
Umumnya, cedera whiplash terjadi
saat seseorang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Namun, gangguan pada
sistem gerak ini juga mungkin saja terjadi saat Anda naik roller
coaster dan aktivitas yang memungkinkan kondisi ini terjadi.
3. Arthritis
Leher kaku juga bisa terjadi akibat arthritis. Dua jenis dari arthritis, yaitu spondylosis dan osteoarthritis dapat menyebabkan leher terasa sakit dan
sulit digerakkan. Kondisi ini terjadi karena bantalan tulang rawan di antara
ruas-ruas tulang belakang mulai terkikis.
Apabila tulang rawan menipis, tubuh Anda
dapat membentuk taji tulang yang mempengaruhi pergerakan sendi dan menyebabkan
rasa sakit di area leher dan kepala yang berkaitan dengan tekanan pada saraf.
Selain kedua jenis arthritis yang telah disebutkan, rheumatoid arthritis
juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya rasa sakit dan kaku di area
leher.
4. Meningitis
Meningitis merupakan peradangan cairan dan membran
yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Biasanya, penyakit ini lebih sering
dikenal sebagai radang selaput otak. Meningitis biasanya disebabkan oleh
infeksi virus. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi
bakteri, parasit, atau infeksi jamur.
Meningitis juga
dapat menjadi penyebab sakit leher pada anak. Salah satu kondisi kesehatan
penyebab leher sakit dan kaku ini umumnya menimbulkan pembengkakan yang memicu
gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku.
5. Stres
Stres juga
termasuk ke dalam salah satu penyebab leher kaku dan terasa sakit. Ketika Anda
sedang mengalami stres, otot-otot Anda menjadi tegang. Leher kaku sering kali
menjadi sinyal awal yang menandakan bahwa Anda sedang merasa stres.
6. Gangguan degeneratif
Ada beberapa
gangguan degeneratif, yaitu gangguan yang terjadi akibat proses penuaan, yang
dapat berkaitan dengan sendi, tulang belakang, otot, dan bagian lain dari leher
Anda dan menyebabkan rasa sakit.
Kondisi ini dapat terjadi dari penuaan
atau dari kondisi kesehatan lain. Selain arthritis, beberapa kondisi degeneratif
ini adalah radang saraf, cervical disc degeneration,
dan patah tulang pada leher.
7. Penyebab lainnya
Beberapa masalah
kesehatan lainnya yang dapat mengakibatkan leher terasa kaku adalah:
·
Fibromyalgia.
·
Stenosis
tulang belakang.
·
Osteoporosis.
·
Infeksi.
·
Tumor.
·
Kanker
tulang belakang.
Pengobatan dan perawatan untuk
sakit leher
Meski sakit leher
tergolong tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, Anda mungkin akan
sering merasa terganggu dengan kondisi ini. Oleh sebab itu, cobalah pengobatan
dan perawatan yang bisa Anda lakukan berikut ini:
1. Penggunaan obat-obatan pereda
rasa sakit
Jika rasa kaku pada leher sudah tak
tertahankan lagi, cobalah untuk mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu
meredakan atau meringankan rasa sakit pada leher. Obat pereda rasa sakit
seperti paracetamol merupakan salah satu obat yang efektif
mengatasi leher kaku.
Lalu, ada juga obat-obatan pereda nyeri otot atau non-steroidal
anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen dan naproxen
juga bisa membantu mengurangi rasa sakitnya. Namun, penggunaan obat ini tentu
lebih baik jika diresepkan oleh dokter.
Pasalnya, obat-obatan NSAIDs dapat
berinteraksi dengan obat-obatan lain, seperti obat pengencer darah (warfarin). Oleh sebab itu, lebih baik tanyakan terlebih
dahulu kepada dokter atau apoteker sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan
tersebut.
2. Terapi fisik
Jika Anda tidak terlalu suka menggunakan
obat-obatan untuk mengatasi leher kaku dan sakit, ada beberapa terapi yang bisa
dilakukan. Namun, salah satu jenis terapi yang paling sering dilakukan untuk
mengatasi kondisi ini adalah terapi fisik atau fisioterapi.
Terapi ini
bermanfaat untuk membantu Anda membenarkan postur tubuh dan membantu leher
kembali berfungsi dengan normal. Terapi ini juga bisa dilakukan untuk mencegah
timbulnya kembali rasa sakit dan kaku pada leher.
Selain terapi fisik, beberapa jenis terapi
yang bisa dilakukan adalah Transcutaneous electrical nerve
stimulation (TENS) dan terapi traction
dan imobilisasi jangka pendek.
3. Operasi
Menurut Mayo Clinic, tindakan
operasi juga bisa menjadi alternatif untuk leher kaku dan sakit. Apalagi, jika
penggunaan obat-obatan dan terapi tidak berhasil dilakukan. Dokter akan
menyarankan Anda untuk menjalani prosedur bedah atau operasi.
Namun, prosedur
ini sangat jarang dilakukan, mengingat angka kejadian kasus leher kaku yang
parah sangat rendah.
4. Kompres air dingin atau air
hangat
Cara mengatasi leher kaku yang paling mudah adalah meringankan rasa sakitnya dengan kompres. Cara ini sangat cocok dilakukan pada hari kedua atau ketiga setelah leher terasa tidak nyaman.
Untuk kompres,
Anda boleh menggunakan air dingin maupun air hangat. Suhu dingin dan panas dari
kompres ternyata dapat merelaksasi otot yang tegang. Ini bisa merelaksasi otot
leher yang kaku.
Kompreslah selama
20 menit, baik menggunakan air panas maupun dingin. Tidak disarankan untuk
mengompresnya lebih dari 20 menit atau seharian karena bisa menimbulkan masalah
pada kulit.
5. Latihan peregangan
Peregangan dapat
membantu mengatasi leher yang terasa kaku. Ada beberapa gerakan peregangan yang
bisa Anda praktekkan, seperti:
Mendongakkan dan menundukkan kepala
Ini adalah gerakan paling dasar untuk mengatasi leher
kaku.
Anda bisa melakukannya sambil duduk maupun berdiri.
Awali dengan posisi tegak sambil menghadap ke depan, lalu ikuti langkah-langkah
berikut:
1.
Turunkan
dagu Anda ke arah dada dan tahan selama 15-30 detik. Jaga agar otot-otot Anda
tetap rileks, lalu angkat kepala Anda perlahan.
2.
Naikkan
dagu Anda ke atas sehingga bagian dasar kepala Anda terbawa ke belakang. Tahan
selama 10 detik, kemudian kembalilah ke posisi semula.
3.
Ulangi
kedua gerakan tersebut beberapa kali. Lakukan dengan rutin setiap hari.
Memiringkan kepala
Untuk
melakukannya, berdirilah dengan kedua kaki membuka selebar bahu dan lengan
berada pada sisi tubuh Anda. Kemudian, ikuti langkah berikut:
1.
Miringkan
kepala Anda ke kanan seolah ingin menyentuh bahu dengan telinga. Berhentilah
saat Anda merasakan otot leher meregang.
2.
Tahan
selama 5-10 detik, lalu kembalilah ke posisi awal.
3.
Ulangi
gerakan yang sama ke arah kiri. Lakukan hingga 10 kali pengulangan.
4.
Untuk
menambah kelenturan leher, Anda juga bisa meletakkan telapak tangan di atas
kepala yang miring. Tekan secara perlahan dengan jari-jari Anda, dan
berhentilah jika leher mulai terasa nyeri.
6. Kurangi stres dan perhatikan
kembali aktivitas fisik
Stres dapat menimbulkan ketegangan pada otot Anda. Ini
bisa menyebabkan leher Anda menjadi kaku. Nah, cara untuk mengurangi stres dan
mengatasi leher sakit dan kaku yang bisa Anda pilih, antara lain:
·
Melakukan
meditasi dengan mengatur napas dan menenangkan pikiran Anda.
·
Meluangkan
diri untuk melakukan hobi, seperti mendengarkan musik, merajut, melukis, dan
lain-lain.
·
Mengambil
cuti kerja untuk liburan.
Seimbangkan semua itu dengan aktivitas fisik seperti olahraga. Aktivitas seperti yoga dan berenang bisa membantu mengurangi stres di otak selama dilakukan dengan benar.


Post A Comment:
0 comments: