ARTIKEL KESEHATAN : Berkeringat dan memiliki bau badan sering dialami oleh banyak orang. Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat utama dan keduanya menghasilkan dua jenis keringat yang sangat berbeda. Kedua jenis keringat yang dihasilkan oleh kelenjar tidak berbau, tetapi jenis keringat yang dihasilkan di ketiak dan selangkangan dapat berbau saat mengenai kulit.


Perubahan keringat yang tidak biasa seperti keringat berlebihan atau keringat yang sedikit. Perubahan bau badan dapat menandakan terjadinya masalah medis. Perubahan gaya hidup dapat mengatasi gejala yang disebabkan oleh keringat normal dan bau badan.
Tanda dan  gejala keringat dan bau badan
Umumnya setiap ornag memiliki jumlah keringat dan bau badan yang berbeda-beda. Berkonsultasilah ke dokter jika:
  • Jumlah keringat berbeda dari biasanya seperti lebih banyak atau lebih sedikit
  • Keringat dapat menggangu rutinitas
  • Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
  • Terdapat perubahan bau badan
Apakah penyebab bau badan?
Kulit memiliki dua jenis kelenjar keringat utama yaitu kelenjar eccrine dan kelenjar apokrin. Kelenjar eccine terdapat pada semua permukaan kulit. Kelenjar apokrin terdapat pada bagian yang memiliki folikel rambut seperti ketiak dan selangkangan.
Ketika suhu tubuh meningkat, kelenjar eccrine akan mengeluarkan cairran ke permukaan kulit untuk mendingingkan tubuh. Cairan yang dikeluarkan terdiri dari air dan garam. Kelenjar apokrin menghasilkan cairan susu yang paling sering disekresikan saat berada dalam tekanan emosional. Cairan ini tidak berbau hingga mengalami kombiansi dengan bakteri atau flora normal kulit.
Bagaimana cara mengurangi bau badan?
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau  mengurangi bau badan:


  • Menjaga kerbersihan tubuh
    Menjaga kebersihan tubuh dapat dilakukan dengan mandi setidaknya sekali sehari untuk membasuh keringat sekaligus mengurangi jumlah bakteri pada kulit.  Keringat dapat berbau umumnya karena bercampur dengan bakteri pada kulit. Cuci hingga bersih bagian tubuh yang rawan berkeringat untuk mengurangi bau badan.
  • Menggunakan sabun antibakterial
    Pilih jenis sabun yang mengandung antibakteri untuk mengurangi jumlah bakteri dan bau. Carilah label antibakteri pada kemasan sabun.
  • Keringkan tubuh setelah mandi
    Setelah mandi, pastikan tubuh untuk dapat benar-benar kering terutama pada area yang sering berkeringat. Seseorang yang memiliki kulit kering, lebih sulit mengalami bau badan.
  • Gunakan deodorant atau antiperspirant
    Setelah tubuh bersih dan kering maka gunakan deodorant pada ketiak. Deodorant dapat mengurangi produksi keringat dan menutupi bau yang disebabka bakteri pada kulit. Antiperspirant mengandung aluminium klorida untuk mengurangi keringat. Gunakan deodorant atau antiprespirant dua kali sehari pada pagi dan sore hari.
  • Menjaga kebersihan pakaian
    Ganti pakaian sesering mungkin ketika sudah basah karena keringat untuk membantu mengurangi bau badan. Ganti juga kaos kaki secara berkala untuk menghindari terjadinya bau kaki.
  • Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan keringat berlebihan
    Batasi konsumsi makanan yang cenderung menyebabkan tubuh menghasilaj keringat seperti makanan pedas atau panas. Hindari juga konsumsi makanan yang menyebabkan bau seperti bawang merah atau bawang putih. Minuman yang mengandung kafein dan alkohol juga dapat menyebabkan keringat berlebihan.
Axact

ARTIKEL KESEHATAN

Pelajari kesehatan diri kita sedini mungkin dengan sering sering baca ARTIKEL KESEHATAN dari blog ini, Inshaa Alloh bermanfaat dan silakan disebarakan semua artikel disini di akun SOSMED atau copas di blog kamu...Jazakumullah..

Post A Comment:

0 comments: