Saat tinggi badan berhenti tumbuh, beberapa orang mungkin merasa sedih karena posturnya sesuai keinginan. Sebagian orang memilih untuk membeli obat peninggi badan. Padahal, efektivitas dan keamanannya masih belum pasti. Nah, selain dengan obat, ada pula prosedur operasi yang dapat membuat badan Anda lebih tinggi. Benarkah itu? Apakah semua orang boleh menjalani operasi peninggi badan ini?
Apa itu operasi tinggi badan?
Operasi
untuk menambah tinggi badan disebut dengan osteogenesis distraksi. Osteogenesis
distraksi adalah teknik bedah untuk memanjangkan tulang yang pendek.
Pengembangan
prosedur bedah medis pertama kali pada tahun 1950-an di Rusia untuk memperbaiki
masalah panjang kaki yang tidak seimbang. Namun, prosedur ini juga penting
untuk memperbaiki kecacatan tulang rahang atau tulang wajah pada anak yang
memiliki Hemifacial Microsomia (HFM).
Pada dasarnya, proses operasi pemanjangan tulang untuk menambah tinggi badan memanfaatkan kemampuan tubuh dalam
membentuk tulang baru. Ini juga termasuk jaringan lunak, ligamen, pembuluh
darah, dan saraf yang mengelilingi dan menopang tulang.
Adapun
prosesnya melibatkan beberapa jenis operasi untuk merangsang pertumbuhan tulang
baru pada kaki. Dengan proses yang panjang tersebut, tulang kaki dapat
memanjang hingga 15 cm.
Siapa yang memerlukan operasi tinggi badan?
Meski efektif sebagai peninggi badan,
operasi ini tidak boleh sembarangan. Umumnya, dokter merekomendasikan operasi
ini bagi yang memiliki perbedaan panjang kaki, setidaknya lebih dari 5 cm.
Melansir dari laman Mount Sinai, biasanya operasi ini terutama untuk
kelompok orang tertentu, seperti:
·
anak-anak yang
tulangnya masih tumbuh,
·
orang yang
bertubuh pendek,
·
anak-anak yang
memiliki kelainan pada lempeng pertumbuhan tulang,
·
atau orang yang
mengalami cedera dan mengakibatkan anggota badan menjadi pendek.
Selain
itu, beberapa kondisi medis juga dapat menimbulkan postur tubuh yang buruk, terutama perbedaan panjang
kaki. Pada kelompok orang ini, mungkun membutuhkan operasi tinggi badan.
Kondisi
medis tersebut, yaitu poliomyelitis, otot yang lemah dan menyebabkan masalah
pada pertumbuhan kaki, cerebral palsy, penyakit pada pinggul seperti penyakit Legg-Calve-Perthes, patah tulang (fraktur), serta cacat lahir pada tulang, sendi, otot, tendon, dan ligamen.
Seperti
apa prosedur operasi peninggi badan?
Ada
beberapa tahapan prosedur bedah untuk menambah tinggi badan. Prosedur pertama
adalah osteotomy atau pematahan (pemotongan) tulang kaki. Pada fase ini, ahli
bedah memotong tulang yang akan diperpanjang. Biasanya, pemotongan tulang pada
bagian atas atau bawah tungkai kaki.
Pada operasi tradisional, dokter menggunakan cangkok
tulang untuk memanjangkan tulang. Namun, pada osteogenesis distraksi, dokter
akan memasang alat distraktor ke patahan-patahan tulang tersebut.
Alat distraktor berfungsi untuk menstabilkan bentuk
tulang serta menarik dan memisahkan potongan tulang (fase distraksi). Pemisahan
potongan tulang ini bertujuan untuk membentuk ruang antara keduanya. Saat ruang
antara ujung tulang terbuka, jaringan tulang baru akan terbentuk dan tulang
kaki Anda akan menjadi lebih panjang.
Meski demikian, untuk mencapai panjang tulang
tersebut, fase penarikan dan pemisahan tulang bisa dokter lakukan beberapa
kali. Biasanya, dokter akan menarik potongan tulang dengan distraktor sebanyak
empat kali sehari sebesar 0,25 milimeter, atau sepanjang 1 milimeter dalam
sehari.
Adapun fase distraksi ini bisa berlangsung lama selama
beberapa minggu hingga mencapai panjang tulang sesuai target. Ketika tulang
sudah menyatu dan mencapai panjang target, kemudian dokter akan melepas alat
tersebut.
Masa
pemulihan
Setelah operasi tinggi badan selesai, Anda masih harus
memasuki masa pemulihan. Lamanya masa pemulihan ini bisa bervariasi. Namun
umumnya, seorang anak butuh waktu 3 bulan hingga pulih. Adapun orang dewasa
membutuhkan waktu lebih lama.
Sepanjang
pemulihan, Anda perlu melakukan terapi fisik untuk menjaga kekuatan otot dan
fleksibilitas sendi. Anda pun perlu mengonsumsi makanan bergizi serta suplemen kalsium dan vitamin D. Untuk mempercepat penyembuhan tulang, Anda
sebaiknya menahan beban secara bertahap.
Jika sudah sembuh, Anda dapat kembali beraktivitas
seperti biasa. Pada kondisi ini, tulang baru Anda sudah sepenuhnya kuat seperti
tulang lain dalam tubuh Anda. Tulang ini pun tidak akan melemah atau memburuk
seiring waktu.
Apa risiko dari operasi tinggi badan?
Dalam teorinya, prosedur osteogenesis distraksi memang
efektif memperpanjang tulang hingga 15 cm. Namun, para dokter tidak
merekomendasikan prosedur ini jika hanya untuk memiliki tinggi badan yang ideal.
Satu
alasannya, prosedur osteogenesis distraksi sangat menyakitkan dan membutuhkan
waktu sangat lama untuk pulih. Melakukan operasi hanya untuk mencapai postur
tubuh ideal tidak akan menguntungkan Anda, meski prosedur ini aman.
Selain itu, operasi tinggi badan juga bisa menimbulkan
sejumlah risiko lain, terutama jika tidak hati-hati. Adapun risiko yang paling
sering terjadi adalah infeksi tulang (osteomielitis) akibat pemasangan alat distraksi pada
tulang dan jaringan lunak. Tak hanya itu, alat distraktor pun bisa melonggar
selama fase distraksi.
Kemudian, tulang baru yang tumbuh pun bisa tidak
selaras karena perubahan arah tumbuh tulang. Tak jarang, masalah pada
persendian, cedera pada pembuluh darah, atau bahkan kerusakan saraf pun bisa
terjadi.
Selain itu,
risiko umum dari anestesi dan prosedur pembedahan juga bisa timbul. Ini
meliputi reaksi alergi terhadap obat-obatan serta masalah pernapasan,
pendarahan, atau pembekuan darah.
Itu
sebabnya, cara untuk meninggikan badan ini harus dilakukan di
bawah pengawasan seorang ahli bedah yang sangat terlatih. Dokter atau ahli
bedah pun perlu menilai secara teliti siapa saja yang sangat memerlukan
prosedur ini.


Post A Comment:
0 comments: