Kanker tulang merupakan jenis kanker yang terjadi pada tulang dalam tubuh. Umumnya, penyakit ini menyerang tulang panggul atau tulang panjang yang terdapat pada lengan dan kaki. Ada beberapa metode atau prosedur medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker tulang. Simak, yuk, beberapa jenis pengobatan untuk kanker tulang berikut ini!
Pengobatan
untuk mengatasi kanker tulang
Pengobatan
untuk kanker tulang biasanya berdasarkan tipe kanker, stadium kanker tulang, hingga
kondisi kesehatan secara menyeluruh. Preferensi pasien terhadap jenis pengobatan kanker tertentu, juga
bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat.
Berikut adalah beberapa metode pengobatan
untuk mengatasi kanker tulang, yaitu:
1.
Operasi
Metode operasi merupakan salah satu
pengobatan yang cukup sering dokter sarankan untuk mengatasi kanker tulang.
Namun, jenis operasi biasanya tergantung pada lokasi kanker. Berikut adalah
pilihan operasi untuk mengatasi penyakit ini:
Limb-sparing surgery
Operasi
yang satu ini biasanya dilakukan untuk mengangkat kanker pada tulang panjang,
tetapi tetap mempertahankan tulangnya. Sebelum menjalani operasi ini, pasien
akan mendapatkan anestesi terlebih dahulu.
Baru setelah itu, dokter bedah akan mengangkat tulang yang melekat dengan sel
kanker.
Biasanya,
dokter juga akan mengangkat sebagian tulang dan otot
yang terdapat di sekitarnya. Tujuannya, untuk memastikan bahwa sel kanker sudah
terangkat sepenuhnya. Hal ini juga dokter lakukan untuk mengurangi potensi
kanker muncul kembali setelah operasi.
Setelah itu, dokter akan menggantikan
tulang yang sudah diangkat dengan implan atau cangkok tulang. Artinya, dokter
akan menggunakan tulang pengganti tersebut dari tulang sehat yang terdapat pada
bagian tubuh lain pasien.
Setelah operasi selesai, jaringan lunak
dan kulit yang terdampak karena operasi akan perlahan pulih seiring waktu.
Pasien biasanya akan mendapatkan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit pasca
operasi. Namun, akan terdapat sedikit perubahan dari tulang panjang, baik dari
bentuk, rasa, hingga cara kerjanya dalam tubuh.
Untuk
membantu pasien beradaptasi dengan perubahan tersebut, seorang fisioterapis akan membantu
program latihan khusus atau fisioterapi untuknya. Selain untuk beradaptasi,
program tersebut juga dapat membantu mengembalikan kekuatasn dan fungsi tulang
setelah menjalani pengobatan untuk kanker tulang ini.
Amputasi
Terkadang, pengobatan kanker tulang tidak
bisa dilakukan hanya dengan mengangkat sel kanker dan mempertahankan tulang
lengan atau kaki. Pada kondisi tertentu, pengobatan kanker tulang yang efektif
untuk mengatasi kanker tersebut adalah dengan melakukan amputasi tulang.
Beberapa kondisi penyebab amputasi pada
pasien kanker tulang, antara lain:
·
Kanker
sudah tersebar pada pembuluh darah atau saraf.
·
Pasien
mengalami infeksi setelah menjalani limb-sparing surgery sehingga cangkok tulang harus
diangkat.
·
Kanker
tulang terdapat pada area tubuh yang tidak memungkinkan pasien menjalani limb-sparing surgery, misalnya
pada pergelangan kaki.
Setelah
menjalani operasi amputasi sebagai
pengobatan kanker tulang, jaringan tulang yang terdapat pada lokasi operasi
masih akan terasa sakit dan mungkin bengkak. Pada saat itu, dokter akan
memberikan obat pereda rasa sakit. Setelah sembuh,
pasien dapat menggunakan tangan atau kaki palsu untuk bagian tubuh yang
diamputasi.
Untuk dapat beradaptasi dengan tangan atau
kaki palsu, Anda akan mendapatkan program latihan bersama fisioterapis. Ahli
terapi ini akan membantu Anda untuk terbiasa menggunakannya demi meningkatkan
kualitas hidup setelah pengobatan kanker tulang.
Selain itu, ahli medis yang menangani
kondisi Anda akan memahami perasaan terkejut atau takut yang Anda alami jika
harus menjalani operasi amputasi. Oleh sebab itu, Anda bisa mengikuti konseling
dan berbagai dukungan mental lainnya sebelum menjalani pengobatan untuk kanker
tulang yang satu ini.
2.
Kemoterapi
Pengobatan
lain untuk kanker tulang adalah kemoterapi. Pengobatan ini tergolong umum untuk
mengatasi berbagai jenis kanker. Kemoterapi menggunakan
obat-obatan untuk menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker dan
sebisa mungkin tidak menyerang sel-sel sehat lain dalam tubuh.
Pengobatan
ini cukup efektif untuk beberapa jenis
kanker tulang,
misalnya osteosarkoma dan sarkoma Ewing. Biasanya, kemoterapi akan dilakukan
untuk:
·
Memperkecil
ukuran tumor dan membuatnya lebih mudah untuk diangkat saat operasi.
·
Membunuh
sel kanker yang masih tertinggal setelah menjalani operasi atau radioterapi.
·
Membantu
menghentikan pertumbuhan atau mengontrol gejala kanker tulang.
Ahli medis biasanya akan memberikan obat
ini dengan cara menyuntikkannya melalui pembuluh vena selama beberapa jam. Lama
waktu menjalani kemoterapi bisa sangat berbeda-beda untuk masing-masing pasien.
Biasanya, waktu terapi tergantung pada tipe dari kanker tulang yang pasien
alami.
Selain
kemoterapi, pasien mungkin akan menjalani MRI atau CT-scan selama pengobatan
ini untuk melihat bagaimana penyakit ini merespons obat-obatan kemoterapi.
Namun, pastikan Anda sudah mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai
efek samping yang mungkin terjadi.
Ada beberapa efek samping yang mungkin
terjadi akibat kemoterapi. Namun, efek yang muncul tergantung pada jenis obat
dan lokasi dari kanker tersebut. Efek samping yang umumnya terjadi akibat
kemoterapi adalah:
·
Kelelahan.
·
Mual
dan muntah.
·
Diare.
·
Hilang
nafsu makan.
·
Rambut
rontok.
·
Risiko
infeksi meningkat.
3.
Radioterapi
Sama halnya dengan kemoterapi, pengobatan
untuk kanker tulang yang satu ini bisa dilakukan baik sebelum maupun sesudah
operasi. Tujuan dari radioterapi atau terapi radiasi ini untuk memperkecil
ukuran tumor sehingga lebih mudah untuk diangkat keluar dari tubuh.
Tak
hanya itu, radioterapi juga dapat
membantu pasien kanker tulang untuk memperkecil kemungkinan menjalani operasi
amputasi. Selain untuk pengobatan kanker tulang, radioterapi juga bermanfaat
untuk mengontrol gejala
kanker tulang
dan memperlambat penyebaran kanker ketika pengobatan sudah tidak mungkin lagi.
Pada pelaksanaannya, terapi radiasi
menggunakan energi radiasi, seperti X-rays, untuk membunuh sel kanker. Selama
menjalani terapi ini, pasien akan berbaring di atas meja, sementara mesin
khusus bergerak di sekitarnya sembari memancarkan energi radiasi kepada
tubuhnya.
Terapi radiasi ini bermanfaat untuk
mengatasi beberapa jenis kanker tulang, seperti sarkoma Ewing:
·
Sebelum
operasi, untuk memperkecil ukuran tumor
tulang.
·
Setelah
operasi, untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa.
·
Untuk
mengontrol kanker jika tak bisa diangkat melalui prosedur operasi.
Pasien biasanya akan menjalani terapi ini
selama lima hari dalam satu minggu. Lama waktu dari terapi biasanya beberapa
minggu. Akan tetapi setiap sesi terapi ini hanya berlangsung singkat, yaitu
beberapa menit saja.
Menurut
National Health Security, ada beberapa
efek samping dari radioterapi yang perlu menjadi perhatian, yaitu:
·
Iritasi
kulit atau kulit yang memerah seperti terbakar.
·
Nyeri
sendi pada
bagian tubuh yang sedang mendapatkan pengobatan.
·
Mual
dan tidak enak badan.
·
Rambut
atau bulu rontok pada area yang mendapatkan pengobatan.
·
Kelelahan.
Meski begitu, efek samping ini akan
menghilang dengan sendirinya setelah radioterapi selesai. Meski begitu,
kelelahan yang muncul akibat terapi ini mungkin bertahan hingga beberapa minggu
setelahnya.
4.
Mifamurtide
Pengobatan untuk kanker tulang yang satu
ini cukup efektif pada anak muda yang mengalami osteosarkoma. Meski bukan
menjadi pengobatan utama, penggunaan obat mifamurtide dapat melengkapi jenis
pengobatan untuk mengatasi jenis kanker tersebut.
Mifamurtide adalah
stimulan makrofag imun, yang dapat mendorong sistem imun untuk menghasilkan sel
khusus yang dapat membunuh sel kanker dalam tubuh pasien kanker tulang.
Biasanya, pengobatan ini efektif untuk mengatasi kanker tulang pada anak mudah
yang mengalami osteosarkoma yang sudah tergolong parah.
Obat ini bisa
diberikan pada pasien setelah menjalani prosedur operasi atau menjadi obat
kombinasi untuk kemoterapi. Tujuannya, untuk mencegah agar sel kanker tidak
kembali lagi. Ahli medis akan memberikan obat ini dengan cara menyuntikkannya
melalui pembuluh vena.
Pengobatan kanker
tulang ini bisa berlangsung selama 12-24 minggu. Pasien akan mendapatkan obat
ini sebanyak dua kali dalam seminggu untuk pengobatan selama 12 minggu, atau
satu kali dalam seminggu untuk pengobatan yang berlangsung selama 24 minggu.
Meski begitu, ada
beberapa efek samping yang perlu Anda ketahui:
·
Mual
dan muntah.
·
Diare
atau sembelit.
·
Sakit
kepala.
·
Pusing.
·
Kehilangan
nafsu makan.
·
Kelelahan
dan kelemahan tubuh.


Post A Comment:
0 comments: