Beberapa dari Anda mungkin terbiasa mendengar prosedur cangkok hati. Namun, tidak banyak yang tahu ada juga prosedur cangkok untuk mengatasi kerusakan pada kulit yang serius, seperti luka bakar yang dalam. Prosedur ini bisa dilakukan dengan teknik yang berbeda, tergantung kondisi luka di kulit, tapi beratkah risikonya?
Apa itu cangkok kulit?
Cangkok kulit (skin graft) adalah prosedur bedah dengan
mengangkat kulit dari satu area tubuh dan memindahkannya ke area tubuh lainnya.
Skin graft biasanya digunakan untuk
menutup luka akibat pengobatan kanker
kulit. Namun, banyak juga yang menjalani cangkok kulit sebagai prosedur kosmetik untuk
menutupi kulit yang rusak.
Umumnya, Anda akan menjalani transplantasi
kulit ini di rumah sakit dengan anestesi umum. Artinya, Anda akan tertidur
selama operasi berlangsung dan tidak mengalami rasa sakit.
Siapa yang membutuhkan cangkok kulit?
Cangkok kulit biasanya diperlukan saat luka di
kulit terbuka terlalu besar dan sulit ditutup dengan jahitan biasa.
Prosedur cangkok
akan mengambil jaringan kulit sehat dari bagian tubuh lain atau dari orang lain
(donor kulit) untuk menutup bagian kulit yang terluka atau rusak.
Bila
skin graft tidak dilakukan, luka pada kulit akan
memerlukan waktu yang lebih lama untuk sembuh.
Beberapa
gangguan pada kulit yang memerlukan skin graft antara lain:
·
infeksi kulit,
·
luka bakar yang dalam,
·
luka terbuka yang besar,
·
borok pada kulit yang
belum sembuh, dan
·
riwayat operasi kanker kulit.
Jenis
cangkok kulit
Teknik cangkok kulit dibagi menjadi dua macam.
Split skin graft
Split
skin graft merupakan jenis cangkok kulit yang diawali dengan mengangkat
lapisan tipis permukaan kulit (epidermis). Prosedur ini dilakukan dengan pisau
besar (dermatom).
Setelah
itu, potongan kulit diangkat dan ditempelkan pada luka yang terbuka.
Pada
skin graft, jaringan kulit sehat biasanya diambil dari kaki, terutama
kaki bagian bawah, untuk menutupi bagian kulit kaki yang rusak atau terluka.
Full thickness
Dibandingkan
split skin graft, prosedur full thickness cenderung memanfaatkan lapisan kulit
yang lebih tebal untuk menutupi luka.
Dokter
biasanya menghilangkan semua lapisan kulit yang rusak dengan pisau bedah.
Jaringan kulit pengganti lalu dipotong sesuai dengan bentuk bagian
kulit yang rusak.
Jaringan
kulit pengganti dalam teknik full
thickness sering diambil dari bagian lengan, leher, atau di belakang
telinga untuk di tangan atau kulit wajah.
Proses
cangkok kulit
Sama
seperti prosedur bedah lainnya, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, baik
sebelum maupun ketika cangkok kulit dilakukan. Berikut penjelasannya.
Persiapan
operasi
Sebelum
cangkok kulit dimulai, dokter akan menjadwalkan operasi beberapa minggu
sebelumnya sehingga Anda bisa
mempersiapkan diri.
Berikut
ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan operasi cangkok kulit.
·
Beri tahu dokter
tentang resep atau obat yang dikonsumsi.
·
Berhenti merokok untuk
mempercepat proses penyembuhan operasi.
·
Tidak makan atau minum
apa pun setelah tengah malam pada hari operasi.
·
Membawa anggota
keluarga atau teman yang bisa mengantar pulang setelah operasi.
·
Meminta seseorang
tinggal bersama selama beberapa hari setelah operasi bila memungkinkan.
Prosedur
operasi
Bila persiapan sudah dilakukan, dokter bedah
akan mengawali operasi dengan mengangkat jaringan kulit sehat yang digunakan
sebagai kulit pengganti.
Bila Anda menjalani cangkok split-thickness, kulit pengganti yang dipakai berasal
dari bagian tubuh yang biasanya tetutupi pakaian, seperti pinggul atau luar
paha.
Sementara itu, teknik full-thickness
menggunakan kulit pengganti dari bagian perut, selangkangan, atau tulang
selangka.
Setelah kulit pengganti berhasil diangkat,
dokter akan menempatkan kulit di atas area kulit yang rusak dan
‘menempelkannya’ dengan jahitan atau staples.
Dokter lalu membuat beberapa lubang di sekitar
area cangkok agar potongan kulit pengganti tidak menempel terlalu lekat.
Cara tersebut memungkinkan cairan di jaringan
bawah area pencangkokan mengalir dengan lancar. Pasalnya, penumpukan cairan di bawah
area cangkok bisa menggagalkan prosedur.
Perawatan setelah skin graft
Setelah prosedur cangkok kulit selesai,
petugas kesehatan akan mengawasi Anda untuk memantau kondisi terkini.
Anda akan diberikan obat-obatan pereda rasa
sakit.
Bila Anda menjalani cangkok split-thickness, durasi rawat inap biasanya
berlangsung selama beberapa hari sampai daerah yang dicangkok sembuh.
Sementara itu, full-thickness skin graft memerlukan waktu setidaknya 1-2 minggu
di rumah sakit.
Tips merawat bekas luka operasi
Bila Anda sudah keluar dari rumah sakit, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempercepat proses pemulihan operasi.
Berikut beberapa tips merawat bekas luka
prosedur skin graft.
·
Pakai perban pada area
yang dicangkok selama satu hingga dua minggu.
·
Lindungi area skin graft dari cedera atau benturan
setidaknya selama 3-4 minggu.
·
Hindari berolahraga
yang dapat menimbulkan cedera pada kulit yang dicangkok.
·
Jalani fisioterapi sesuai
dengan instruksi dokter bedah.
Komplikasi cangkok kulit
Cangkok kulit merupakan salah satu jenis
operasi kulit yang cenderung aman.
Namun, ada sederet komplikasi yang mungkin
muncul akibat dari prosedur ini, antara lain:
·
masalah pernapasan,
·
infeksi di lokasi skin graft,
·
proses pemulihan kulit
usai prosedur berlangsung lama,
·
perdarahan,
·
gangguan pembekuan
darah,
·
alergi obat bius,
·
sensitivitas kulit
meningkat,
·
sensasi peraba kulit
menurun,
·
jaringan parut,
·
permukaan kulit tidak
rata, dan
·
perubahan warna kulit.
Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan
konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.


Post A Comment:
0 comments: